Jumat, 05 April 2013


Nature of Human Resource Development

Human Resource Development is a process of improving knowledge, skills, and capacity of all residents of a community (MM Papayungan, 1995: 109). Meanwhile Payaman J. Simanjuntak argues that: "Human Resources contains two meanings: First, Human Resources business implies work or service which can be provided by a person in a certain time to produce goods and services. While the second meaning of Human Resources concerning human is able to work to provide the services or work effort (Payaman J. Simanjuntak, 1985: 1).

Furthermore Efendi argued that: "The development of human resources in an effort to provide greater opportunities to the people to be actively involved in the development process (Effendi, 1994: 12)."
Some understanding of Human Resource Development at the above it can be concluded that the development of human resources in Indonesia in particular, is closely related to the quality of the human or the National Development as the main target is to create a quality human being and society.

Developments in science and technology bring progress development of a nation, however, still many challenges to be an obstacle for further development. Constraints and challenges it as disampekan in National Seminar Papers permadi in Yogyakarta (1992: 5), among others:
1. The low level of utilization of human resources is characterized by the large number and the unemployment rate so the higher the risk of dependence.
2. Quality of human resource productivity relative still have much improved especially for the face of a changing economy and an increasingly rapid technological developments.
3. Problem socioeconomic disparities both between groups and between regions.
4. Deployment of human resources is not evenly distributed.
5. The low level of conformity and harmony with the world of work education.

On the other side of the development will also have a negative impact on the quality of the community if people do not notice or consider in the development process, which may degrade the quality of the community. Therefore there needs to be consideration of the various sides of the development to be carried out, especially the social side, the spiritual with the readiness and responsiveness of human resources with the changes that occur due to the construction and modernization.

Hakikat Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah suatu proses peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas dari semua penduduk suatu masyarakat (M.M. Papayungan, 1995: 109). Sementara itu Payaman J. Simanjuntak berpendapat bahwa: “Sumber Daya Manusia mengandung dua pengertian: Pertama, Sumber Daya Manusia mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan pengertian kedua dari Sumber Daya Manusia adalah menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut (Payaman J. Simanjuntak, 1985: 1).

Selanjutnya Efendi berpendapat bahwa: “Pengembangan sumber daya manusia sebagai upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya pada penduduk untuk terlibat secara aktif dalam proses pembangunan (Efendi, 1994: 12).”
Dari beberapa pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di Indonesia khususnya, sangat terkait erat dengan kualitas manusia atau masyarakat sebagaimana sasaran utama Pembangunan Nasional yaitu menciptakan manusia dan masyarakat yang berkualitas.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa kemajuan pembangunan suatu bangsa, namun demikian masih banyak tantangan yang menjadi kendala perkembangan selanjutnya. Kendala dan tantangan itu sebagaimana disampekan dalam Makalah Seminar Nasional PERMADI di Yogyakarta (1992: 5) antara lain:
1. Masih rendahnya tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang ditandai oleh besarnya jumlah dan tingkat pengangguran sehingga resiko ketergantungan semakin tinggi.
2. Mutu produktivitas sumber daya manusia secara relatif masih harus banyak ditingkatkan terutama untuk menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
3. Masalah besarnya kesenjangan sosial ekonomi masyarakat baik antar kelompok maupun antar daerah.
4. Penyebaran sumber daya manusia masih belum merata.
5. Masih rendahnya tingkat kesesuaian dan keserasian dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Di sisi lain pembangunan juga akan membawa dampak negatif terhadap kualitas masyarakat apabila tidak memperhatikan atau mempertimbangkan manusia dalam proses pembangunan, yaitu dapat menurunkan kualitas masyarakat. Karenanya perlu ada pertimbangan dari berbagai sisi dalam pembangunan yang akan dilaksanakan terutama sisi sosial, spiritual terhadap kesiapan dan daya tanggap sumber daya manusia dengan perubahan yang terjadi akibat pembangunan dan modernisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar